Mendagri Tito Karnavian mendesak daerah tak lagi cuma andalkan APBD atau transferan pusat.
Kalau kita ngomongin masa depan bangsa, ujung-ujungnya pasti nyangkut ke daerah. Dan kayaknya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian udah gregetan banget nih, sampai harus blak-blakan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Batam beberapa waktu lalu. Intinya, daerah-daerah jangan cuma ngarep bantuan dari pusat atau APBD aja kalau mau lompat jadi maju.
Kunci utamanya ada di tangan kepala daerah sendiri: perkuat sumber daya manusia (SDM) dan genjot peran swasta!
Mimpi Indonesia Emas Dimulai dari Daerah
Tito, saat menutup Rakernas yang mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera” itu, ngasih contoh nyeplos Singapura. Negara kecil yang minim sumber daya alam, tapi bisa jadi raksasa ekonomi dunia. Kok bisa? Ya karena mereka jago banget ngembangin SDM-nya.
Nah, ini pelajaran penting buat kita, negara yang kayaknya dianugerahi kekayaan alam melimpah ruah tapi anehnya masih aja berkutat sama kemiskinan. Sebuah paradoks yang emang sering banget dibahas.
Melihat “paradoks Indonesia” ini, Presiden terpilih Prabowo Subianto juga punya visi yang nggak main-main. Menurut Tito, Prabowo pengen kita semua balik kanan dari konsep ekonomi kapitalisme liberal yang cuma nyerahin semua ke mekanisme pasar dan bikin jurang kaya-miskin makin lebar.
Prabowo maunya “ekonomi sosialis kerakyatan”, di mana intervensi pemerintah pro-rakyat itu jadi kunci. Makanya, nggak heran kalau Prabowo punya seabrek program yang langsung nyentuh perut rakyat, kayak Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sampai swasembada pangan. Semua program ini diharapkan bisa jadi amunisi buat pemda di daerah masing-masing.
Jangan Cuma Andalkan Transferan, Genjot Swasta!
Prediksi dari lembaga-lembaga kelas dunia kayak World Bank, International Monetary Fund (IMF), atau McKinsey bilang kalau Indonesia ini punya potensi jadi kekuatan ekonomi raksasa.
Tapi, kata Tito, mimpi itu bakal jadi utopis kalau daerah cuma ngandelin Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), apalagi cuma nungguin transferan dari pusat alias Transfer ke Daerah (TKD). “No way,” tegasnya. Kunci lompatan ekonomi itu ada di satu hal: sektor swasta harus hidup dan berdenyut kencang di daerah!
Gimana caranya biar nggak melulu bergantung sama dana pusat? Tito ngasih beberapa jurus jitunya.
Pertama, efisiensi dan optimalisasi belanja daerah, percepat realisasi APBD biar duitnya cepet muter. Kedua, jangan takut inovasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tapi inget, jangan sampai memberatkan rakyat ya. Ketiga, manfaatin program strategis nasional sebagai peluang buat pertumbuhan daerah.
Dan yang paling penting, keempat, dorong peran swasta. Caranya gampang: permudah perizinan, bikin investor betah nanemin modal di daerah kita. Kalau swasta menggeliat, PAD naik, dan daerah pun siap melompat maju!
Bonus Demografi dan Semangat Prabowo yang Membara
Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ini juga mengingatkan kalau Indonesia punya bonus demografi yang harus dimanfaatkan optimal.
Populasi muda yang melimpah ruah ini bisa jadi kekuatan dahsyat kalau dikelola dengan benar. Kepala daerah diminta buat memahami betul pemikiran Presiden Prabowo, bahkan disarankan baca buku Paradoks Indonesia dan Solusinya. Karena, menurut Tito, kekayaan Indonesia ini luar biasa, cukup untuk mengangkat derajat orang miskin jadi naik kelas.
Di akhir Rakernas, Tito berharap dialog antar kepala daerah ini nggak cuma jadi ajang kumpul-kumpul, tapi bener-bener ngeluarin rekomendasi konkret buat nyelesaiin persoalan di daerah maupun nasional.
Intinya sih, semangat Prabowo buat ngatasi masalah rakyat ini harus menular ke semua kepala daerah. Jangan sampai ada anggaran yang diselewengkan, terutama yang buat masyarakat kecil. Dengan sinergi SDM kuat, swasta menggeliat, dan kepala daerah yang visioner, rasanya bukan cuma mimpi kalau Indonesia bisa jadi negara maju dengan ekonomi besar di dunia.
Kita tunggu gebrakan nyata dari daerah-daerah!
.